Home > Jalan-Jalan > Sindu Kusuma Edupark, Wahana Permainan Baru di Yogyakarta

Sindu Kusuma Edupark, Wahana Permainan Baru di Yogyakarta

Yogyakarta, bagi sebagian orang lekat dengan image murah, banyak pelajar, kerakyatan dan lain sebagainya. Tetapi sepertinya image ini semakin lama akan semakin pudar. Ini ditandai dengan mulai menjamurnya Mall, Restoran, Wahana permainan yang tentunya jauh dari image tersebut diatas.

Kembali ke pokok bahasan, saya dan keluarga mencoba tempat permainan baru yang bernama Sindu Kusuma Edupark (SKE) hari minggu sore tepat satu hari sebelum grand launching. SKE saat ini buka mulai pukul 15:30 s.d. 22:00, dan katanya mulai grand launching akan buka dari jam 11:00 sampai dengan 22:00.

Sebelum masuk kita harus mempunyai kartu SKE terlebih dahulu, yang saya tahu ada dua jenis kartu, yaitu Family Card dan Voucher Card. Untuk mendapatkan family card caranya cukup mudah, kita hanya perlu datang ke loket aktivasi account (loket 1 & 2) dengan melakukan deposit minimal 50.000 rupiah. Sedangkan Voucher Card dapat diperoleh di loket 3 tetapi syaratnya harus sudah membeli tiket diskon yang dijual oleh perusahaan lain yang menangani hal ini, jadi tidak dapat diperoleh lewat SKE secara langsung. Harga tiket diskon adalah 85.000 dengan fasilitas yang cukup banyak atau bernilai diatas 500.000 rupiah lebih apabila digunakan semuanya. Tetapi kita tetap harus melakukan deposit juga minimal 50.000 rupiah.

Voucher Card

Okay, kita masuk ke arena, per orang harus membayar 15.000, karena saya menggunakan Voucher Card maka gratis untuk 10 orang. Hal pertama yang kita lakukan adalah naik Ferris Wheel (Cakra Manggilingan), per orang tarifnya 20.000 rupiah, tetapi karena saya menggunakan Voucher Card maka hanya perlu membayar 10.000 rupiah saja (untuk 10 orang). Hujan mulai turun ketika kita diatas, dan semakin besar ketika turun. Untuk pergi dari satu wahana ke wahana lain tidak ada jalan yang melindungi kita dari hujan, jadi mau tidak mau harus lewat jalan yang beratapkan langit.

View dari atas Ferris Wheel

Tujuan kedua adalah Bumper Car (Montor Tumbur), tarifnya adalah 20.000, dengan Voucher Card hanya perlu membayar 15.000 (untuk 5 orang). Di wahana ini cukup lama antri, pertama karena yg mau main banyak, selain itu waktu mainnya agak lama, sekitar 10 menit. Nah, di wahana ini hanya anak diatas 5 tahun saja yang diperbolehkan masuk arena. Meskipun Wawa sudah boleh main mobilnya sendiri, saya memilih mendampinginya karena kakinya belum dapat untuk menekan pedal gas dengan posisi duduk merapat ke sandaran. Apabila tidak merapat ke sandaran dengan seatbelt yang erat maka akan berbahaya ketika tertabrak atau menabrak mobil lain. Wawa dipastikan akan jatuh dari posisinya dan menghantap setir atau masuk kolong(sudah kejadian pada seorang anak ketika kita antri giliran). Ditempat lain, karena Naya tidak diperbolehkan naik bumper car, maka setelah saya dan Wawa masuk, Voucher card digunakan di wahana Carousel (Komidi Puter), tarifnya 15.000, dengan voucher card menjadi 7.500.

Selesai dari wahana Bumper Car, hujan yang turun cukup deras memaksa saya harus keluar dari lokasi dan mengambil payung di mobil. Ada kejadian lucu ketika saya masuk lagi, kartu diskon saya di scan dua kali. Petugasnya meminta maaf atas kekeliruan ini, dan menawarkan pengembalian, proses pengembalian tentunya tidak dapat dilakukan ditempat tersebut sedangkan dilokasi pintu masuk sangat ramai. Akhirnya saya putuskan untuk merelakan saja jatah masuk SKE berkurang satu.

Tujuan selanjutnya adalah Flying Bicycle (Sepeda Mabur), tarifnya 20.000 rupiah per orang, dengan voucher card menjadi 10.000 saja (5 orang). Antrian cukup banyak, Wawa menghitung ada sekitar 15 orang yang antri didepan kami. Ini wahana berat kalau hanya mengayuh sendirian. Apalagi kalau kebetulan naik yang kurang bagus. Kebetulan yang saya naiki itu berat sekali dengan disertai suara berdecit seperti mengerem. Cukup mengherankan untuk wahana baru, tapi seperti tidak ada maintenance.

Setelah capek mengayuh sepeda tanpa pemanasan terlebih dahulu, kami menuju Trampolin (Panggon Lunjak), sayangnya wahananya tutup karena saat itu bersamaan dengan adzan maghrib sedangkan antrian masih ada sekitar 10 orang, Wahana akan buka lagi jam 19:00. Jadi antara maghrib sampai jam 19:00 hanya digunakan untuk menyelesaikan antrian yang sudah mendapatkan nomor urut saja.  Akhirnya diputuskan untuk tidak menunggu jam 19:00 karena sudah terlalu malam.

Tujuan terakhir adalah Flying Chair (Kursi Mabur). Harga tiket adalah 25.000 per orang, dengan menggunakan Voucher card tarifnya adalah 18.750 rupiah per orang (5 orang). Untuk anak kecil dibawah 5 tahun tidak dihitung, tetapi harus dipangku.

Okay, mari kita sambungkan dengan paragraf pertama saya. Dengan voucher card, total pengeluaran saya adalah 200.000 + 85.000 = 285.000. Sisa deposit saya yang bisa di refund setelah pintu keluar adalah 2.500 rupiah, dan masih mempunyai tabungan diskon dibeberapa wahana dan tiket masuk. Apabila kita menggunakan Family Card maka (15.000 x 6) + (20.000 x 4) + (20.000 x 2) + (15.000) + (20.000 x 4) + (25.000 x 2) = 355.000. Perbedaan-nya sekitar 70.000. Dimana saya masih mempunyai diskon untuk 4 tiket masuk, 6 Ferris Wheel, 5 Kereta Kecil, 1 flying bicycle, 10 trampolin, 5 kereta api, 4 carousel, 5 mobil listrik, 3 bumper car, dan 5 segway. Jadi, menggunakan Family Card maupun Voucher Card keduanya bagi saya terlalu mahal. Saya cenderung lebih suka dengan tarif masuk yang agak tinggi, tetepi tidak perlu lagi bayar untuk bermain disetiap wahana. Lebih fun dan tidak perlu memikirkan top-up ketika deposit sudah habis padahal baru bermain 2-3 wahana :D.

1 Response

  1. Pingback : Cerita Tentang Memesan Tiket Kereta Api Secara Online – PITURUH.COM – BLOG TUKANG OPREK DAN LAIN SEBAGAINYA

Leave a Reply