Home > Personal > Huh, hari yang cepat

Beberapa hari ini sepertinya hari-hari saya berlalu dengan cepat. Bangun pagi, nyalain komputer ngerjain ini-itu. Mandi, ke kantor, coding sampe sore bahkan malam, pulang, tidur, bangun lagi.

Ritme seperti ini sudah lebih setahun saya jalanin. Bosan? Pasti. Tapi bagaimana lagi? Tuntutan kerjaan harus seperti itu, timeline yang jelas dan pastinya pendek2 per modul. Terus maunya gimana? Saya maunya kerja cukup lah dari jam 8.00 – 16.00 lebih dikit gpp. Tapi begitu pulang udah nggak mikirin lagi kerjaan kantor. Tetapi bagaimana bisa, jobdesc jadi programmer, mau tidak mau, ya harus ngikut apa kata bos dan apa kata timeline. Kalau bos/timeline nyuruh dikerjain 1 hari, ya musti dilembur nih.

Refreshing? Aduh, boro-boro kepikiran refreshing, hari libur kalau pas lagi agak senggang ya ngurus kost-an (bersihin kamar, ngurus cucian, dll). Pulang kampung jarang, mo dipaksain pulang, modul udah menunggu. Mo di kerjain di kampung, eee blom punya laptop.

So, ini cerita ini apa? Intinya ya itu tadi, kalau kita sudah larut dengan ritme pekerjaan (dipekerjakan), hidup itu serasa singkat. Tau-tau udah sore, trus pagi lagi, trus …

5 Responses

  1. Dedhi

    Bagaimana kalau punya laptop yang powerfull enough untuk coding sambil jalan jalan? Masih arsitektur x86 atau PPC aja kan? Kecuali kalo pakai proc lain macam SPARC 😀

Leave a Reply