Home > Personal > benarkah pria single tasking, wanita multi tasking?

benarkah pria single tasking, wanita multi tasking?

Dalam milis trading(gadtorade) ada yang memberikan komentar tentang pola pikir pria dan wanita. ini petikannya:

……..
Otak pria itu single-tasking: jadi konsentrasi hanya ke 1 fokus saja,
begitu ada fokus lain masuk, konsentrasi langsung buyar. Itu kenapa, jangan
coba-coba gangguin seorang pria yang lagi markir kendaraan, bisa dibentak
tuh 🙂 coba aja amati perilaku sendiri (jika pria), begitu butuh
konsentrasi tinggi seperti parkir mundur misalnya, biasanya nyuruh
penumpang pada diem, radio/tape dimatiin, dll.

Otak wanita itu multi-tasking: jadi konsentrasinya laksana di windows, bisa
masak, sambil jaga anak, ngerumpi di telpon, liat tipi, dan dengar radio.
Bagi yang wanita, coba amati kebiasaan pribadi.

Itu kenapa saya pun sekarang mengurangi aktivitas rangkap jika tidak
terlalu perlu, hasilnya banyak kacaunya ketimbang perfectnya 🙂
…………..

Nah, darisitu saya mulai berfikir pada diri sendiri, bener ga sih pendapat tersebut? Pencarian kebenaran dilanjutkan dengan googling dengan keyword “pola pikir pria”, ketemu beberapa referensi yang agak mendekati quote diatas.

Link nya dari kompas menyebutkan bahwa:

…………………..
Dia mencontohkan, dalam rumah tangga biasanya si suami merasa kerepotan ketika istrinya harus ke luar kota. Sementara istri umumnya tak merasa bermasalah saat suami harus pergi. “Ini, terutama, berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut kebiasaan anak, seperti mengurusi pekerjaan rumah, mengecek pelajaran, sampai bekal ke sekolah,” ujar Sari, nama panggilannya.
………………

Dari quote diatas, minimal ada sedikit pembenaran tentang pola pikir pria yg cenderung tidak mampu mengerjakan sesuatu yang banyak sekaligus.

Kemudian saya mengingat-ingat tentang kejadian-kejadian lampau. Ketika saya sibuk dengan project yang dah mendekati deadline, saya akan mudah lupa bahwa saya harus memberi perhatian terhadap seseorang, lupa untuk makan, nggak bisa diajak becanda, dll. Dari situ mungkin benar juga pendapat diatas..

bagaimana dengan Anda?

5 Responses

  1. kalo kecenderungan multi-tasking, saya pikir ga ada hubungannya dengan gender.
    itu murni, sifat seseorang saja.

    saat wanita mau parkir mobil, mestinya ya konsentrasi penuh. tidak mungkin multitasking.
    kalo ada pria yang bikin makanan anak, sambil nyiapin sekolah anak, sambil nerima telpon, mandiin anak, ya bisa juga. hla saya ya sering seperti itu. hehe..

    mungkin, itu karena sifat wanita yang lebih perasaan dalam menyikapi sesuatu. wanita merasa “bersalah” saat acuh terhadap hal yang berhubungan dengannya. merasa “bersalah” karena khawatir “keacuhan”nya bisa merusak “kualitas hubungan”.

    sedang pria selalu fokus karena ingin mengerjakan sesuatu sebaik mungkin. hasil kerjanya diharapkan bisa mendukung kebutuhan pria akan “pengakuan”.

    hehe..

  2. bener juga tuh .. berkali-kali saya bertengkar sama istri gara-gara ‘tidak mendengar’ salah satu kalimat dia . ntah processor saya yang lelet atau hanya mampu single-thread saja :p

Leave a Reply